Like Dulu Yaa...Thanks

Formula Tarif Sewa Barang Milik Negara

Besarnya biaya sewa Barang Milik Negara dihitung dengan formula sebagai berikut:
1.    Formula Sewa Tanah Kosong
St = 3,33 % x (Lt x Nilai tanah)

Keterangan:
a.  St = Sewa tanah
Lt = Luas tanah (M2)
Nilai Tanah = Nilai tanah berdasarkan hasil penilaian dengan estimasi terendah menggunakan NJOP (per M2)
b.  Luas tanah dihitung berdasarkan pada gambar situasi/peta tanah atau sertifikat tanah dalam meter persegi.

2. Sewa Tanah dan Bangunan

Stb = (3,33% x Lt x Nilai tanah) +( 6,64% x Lb x Hs x Nsb)
Keterangan:
a. Lb = Luas lantai Bangunan (M2)
Hs = Harga satuan bangunan standar dalam keadaan baru (Rp/M2)
Nsb = Nilai sisa bangunan (%)
  • Penyusutan untuk bangunan permanen = 2 % / tahun
  • Penyusutan untuk bangunan semi permanen = 4 % / tahun
  • Penyusutan untuk bangunan darurat = 10 % / tahun
  • Penyusutan maksimal 80 %
b.  Luas bangunan dihitung berdasarkan luas lantai bangunan sesuai gambar dalam meter persegi.
c.   Harga satuan bangunan
  • Harga Satuan bangunan per M2 sesuai klasifikasi/tipe dalam keadaan baru berdasarkan keputusan pemerintah daerah kabupaten/kota setempat pada tahun yang bersangkutan. 
  • Harga satuan tertinggi rata-rata per M2 bangunan bertingkat untuk Bangunan Gedung Negara.
Jumlah lantai bangunan
Harga satuan per M2 tertinggi
Bangunan 1 lantai
1,000 standar harga gedung bertingkat
Bangunan 2 lantai
1,090 standar harga gedung bertingkat
Bangunan 3 lantai
1,120 standar harga gedung bertingkat
Bangunan 4 lantai
1,135 standar harga gedung bertingkat
Bangunan 5 lantai
1,162 standar harga gedung bertingkat
Bangunan 6 lantai
1,197 standar harga gedung bertingkat
Bangunan 7 lantai
1,236 standar harga gedung bertingkat
Bangunan 8 lantai
1,265 standar harga gedung bertingkat
Bangunan 9 lantai
1,299 standar harga gedung bertingkat
Bangunan 10 lantai
1,333 standar harga gedung bertingkat
Bangunan 11 lantai
1,364 standar harga gedung bertingkat
Bangunan 12 lantai
1,393 standar harga gedung bertingkat
Bangunan 13 lantai
1,420standar harga gedung bertingkat
Bangunan 14 lantai
1,445 standar harga gedung bertingkat
Bangunan 15 lantai
1,468 standar harga gedung bertingkat
Bangunan 16 lantai
1,489 standar harga gedung bertingkat
Bangunan 17 lantai
1,508 standar harga gedung bertingkat
Bangunan 18 lantai
1,525 standar harga gedung bertingkat
Bangunan 19 lantai
1,541 standar harga gedung bertingkat
Bangunan 20 lantai
1,556 standar harga gedung bertingkat
Bangunan 21 lantai
1,570 standar harga gedung bertingkat
Bangunan 22 lantai
1,584 standar harga gedung bertingkat
Bangunan 23 lantai
1,597 standar harga gedung bertingkat
Bangunan 24 lantai
1,610 standar harga gedung bertingkat
Bangunan 25 lantai
1,622 standar harga gedung bertingkat
Bangunan 26 lantai
1,634 standar harga gedung bertingkat
Bangunan 27 lantai
1,645 standar harga gedung bertingkat
Bangunan 28 lantai
1,656 standar harga gedung bertingkat
Bangunan 29 lantai
1,666 standar harga gedung bertingkat
Bangunan 30 lantai
1,676 standar harga gedung bertingkat
Bangunan 31 lantai
1,686 standar harga gedung bertingkat
Bangunan 32 lantai
1,695 standar harga gedung bertingkat
Bangunan 33 lantai
1,704 standar harga gedung bertingkat
Bangunan 34 lantai
1,713 standar harga gedung bertingkat
Bangunan 35 lantai
1,722 standar harga gedung bertingkat
Bangunan 36 lantai
1,730 standar harga gedung bertingkat
Bangunan 37 lantai
1,738 standar harga gedung bertingkat
Bangunan 38 lantai
1,746 standar harga gedung bertingkat
Bangunan 39 lantai
1,754 standar harga gedung bertingkat
Bangunan 40 lantai
1,761 standar harga gedung bertingkat

d. Dalam hal sisa bangunan menurut umur tidak sesuai dengan kondisi nyata, maka Nsb ditetapkan berdasarkan kondisi bangunan sebagai berikut:
- baik = 85% s.d. 100 % siap pakai/perlu pemeliharaan awal
- rusak ringan = 70% s.d. < 85% rusak sebagian non struktur
- rusak berat = 55% s.d. < 70% rusak sebagian non struktur/struktur
- rusak berat = 35% s.d. < 55% rusak sebagian besar non struktur/struktur

Sewa Prasarana Bangunan
Sp = 6,64% x Hp x Nsp
a.  Keterangan:
Sp   = sewa prasarana bangunan (Rp/tahun)
Hp   = harga prasarana bangunan dalam keadaan baru (Rp)
Nsp  = nilai sisa prasarana bangunan (%)
b.  Besar penyusutan/tahun dihitung dengan ketentuan:
- pekerjaan halaman = 5 %
- mesin/instalasi = 10 %
- furniture/elektronik = 25 %
- penyusutan maksimal = 80 %


3.    Sewa Selain Tanah dan/atau Bangunan

Formula tarif sewa ditetapkan oleh masing-masing pengguna barang berkoordinasi dengan instansi teknis terkait.

Ads

Like Dulu Yaa... Terima Kasih